Berikut ini merupakan contoh karya tulis mahasiswa bertema tentang Nori Spirogyra  sebagai jajanan sehat antioksidan dan antikanker, karya tulis ini pernah diikutsertakan dalam lomba karya tulis tingkat nasional di Universitas Brawijaya. Selamat membaca ya kawan-kawan 




NORI Spirogyra SEBAGAI JAJANAN RINGAN YANG KAYA ANTIOKSIDAN DAN ANTI KANKER
Huda Wiradarma, M. Ashar, Puji Nur Hana, dan Dra.Murningsih, MSi
Universitas Diponegoro Semarang
dehudakun@gmail.com

Abstrak
Banyaknya jajanan ringan yang diperdagangkan secara bebas dengan warna yang indah serta rasa yang beragam, sehingga  banyak disukai oleh masyarat khususnya anak-anak. Namun disamping itu, jajanan-jajanan tersebut banyak sekali mengandung bahan-bahan kimia seperti pewarna Tatrazine dan pengawet Asam Benzoat serta penguat rasa Mononatrium glutamat yang sangat berbahaya bagi tubuh yang jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan resiko untuk terkena kanker. Masyarakat membutuhkan jajanan ringan yang sehat serta memiliki cita rasa yang tinggi. Spirogyra merupakan alga hijau yang berhabitat di air tawar (Fresh Water) yang sering kita jumpai di perairan yang jernih dan bersih. Spirogyra ini memiliki banyak sekali kandungan yang bermanfaat seperti Karbohidrat yang tinggi, Klorofil sebagai senyawa alami anti depresan, Astaxanthin yang merupakan turunan dari Xantofil sebagai zat pewarna alami, serta Melatonin yang sudah diteliti  merupakan zat anti kanker. Keberadaan Spirogyra ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dijadikan bahan makanan. Padahal selain menyehatkan, Spirogyra juga mudah didapat dan harganya murah. Oleh sebab itu pemanfaatan Spirogyra sebagai jajanan ringan yang menyehatkan ini patut untuk dicoba. Dalam pembuatan jajanan ringan ini, Spirogyra dibuat menjadi Nori dibuat melalui proses pengovenan. Adapun pengolahannya yaitu dengan pencucian, perebusan, pemberian bumbu, pemotongan atau penggilingan, pencetakan, pengeringan, dan pengovenan. Nori Spyrogira merupakan inovasi tepat  jajanan sehat untuk dikonsumsi oleh Masyarakat Indonesia
Kata kunci:  Jajanan sehat, Alga hijau, Spirogyra sp, Kandungan zat, pengolahan





BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Makanan merupakan salah satu dari tiga unsur kebutuhan pokok manusia, manusia dalam menjalani proses kehidupan pribadinya maupun dalam hubungan interaksi sosial satu dengan yang lain (Sari, 2003). Sementara makanan merupakan sumber energi dan gizi bagi manusia untuk bisa melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Tanpa makanan, manusia tidak memiliki tenaga untuk bisa melaksanakan berbagai rutinitasnya setiap hari. Akan tetapi makanan-makanan tersebut juga memiliki potensi untuk menjadi  penyebab terjadinya gangguan dalam tubuh, sehingga kita jatuh sakit . Makanan jajanan adalah makanan yang siap untuk dimakan dan yang terlebih dahulu dimasak di tempat produksi kemudian dijual di tempat umum . Salah satu cara untuk memelihara kesehatan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang aman, yaitu dengan memastikan bahwa makanan tersebut dalam keadaan bersih dan terhindar dari penyakit (Kusmayadi, 2007). Kualitas makanan dapat dilihat dari indikator mikrobiologi, fisik, dan kimianya. Kasus keracunan makanan di berbagai daerah di Indonesia sering diberitakan di media massa, hal ini sesuai dengan data Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menunjukkan pada tahun 2011 terjadi 128 kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di Indonesia. Dari  jumlah tersebut, 38 KLB atau 29,69 persen diakibatkan cemaran mikroba, sedangkan 19 KLB atau 14,84 persen akibat cemaran bahan kimia. Dan pada tahun 2014 tercatat keracunan akibat makanan adalah paling tertinggi yaitu terdapat 98 insiden..
Nori merupakan salah satu makanan ringan yang berasal dari Jepang. Makanan ini merupakan salah satu hasil dari pengolahan rumput laut yang dibentuk berupa lembaran-lembaran. Dewasa ini nori cukup populer di masyarakatIndonesia, seiring menjamurnya restoran-restoran bertemakan Jepang. Makanan Jepang ini telah memiliki persebaran dan pasar tersendiri di Indonesia, bahan dasar nori adalah berasal dari Poryrphyradimana. algae tersebut tumbuh subur di wilayah Asia Timur yang beriklim subtropis seperti negara Jepang. Sehingga Jepang mampu memproduksi nori dengan jumlah yang tinggi. Sehingga algae tersebut tidak begitu efektif tumbuh diwilayah tropis seperti Indonesia, oleh sebab itu diperlukannya bahan dasar nori yang banyak ditemukan di Indonesia dan dapat diproduksi dengan baik di Indonesia. Salah satunya adalah Spirogyra sp.
Spirogyrasp merupakan jenis algahijau yang  banyak ditemui pada iklim tropis khususnya negara Indonesia di perairan sungai bersih dan jernih. Spirogyra belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakatpadahal Spirogyrasp ini memiliki senyawa antioksidan, perkembangbiakan yang relatif mudah dan cepat, serta keberadaannya yang melimpah di alam. Berlatar belakang tersebutlah, penulis mencoba untuk memanfaatkan potensi Spirogyra sp ini sebagai produk makanan ringan berupa nori, yang sehat, tanpa bahan pengawet, namun tetap terjangkau dan kualitas yang cukup tinggi

1.2   Tujuan Penelitian
1.2.1 Mengetahui kandungan Spirogyra untuk diolah menjadi jajanan sehat
1.2.2 Mengetahui cara memanfatfaatkan Spirogyra sebagai penganti bahan dasar pembuatan nori


BAB II
ISI

2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.1Spirogyra sp
Spirogyra sp merupakan salah satu spesies jenis algae hijau atau Chlorophytayang berbentuk seperti benang dan memiliki warna hijau tua.Algae jenis ini memiliki potensi sebagai obat tradisional yang dapat mengatasi kanker. Hal tersebut disebabkan karena algae tersebut memiliki kandungan seyaawa aktif nerupa melatonin dan senyawa lain yang bersifat antioksidan. Menurut beberapa para peneliti yang telah melakukan penelitian, bahwa senyawa melatonin ini merupakan senyawa aktif yang dapat digunakan sebagai obat anti kanker, antioksidan, antiinflamasi, serta memiliki aktifitas farmakologi. Pertumbuhan dan perkembangan spirogyra sangat cepat, artinya pada sungai sungai atau habitat air tawar akan mudah sekali ditemukan spirogyra dalam jumlah yang banyak. Karena pada umumnya Spirogyra hidupnya berkoloni (Widyaningsih, 2014).
2.1.2Nori
Nori merupakan lembaran rumput laut yang dikeringkan atau dipanggang (Korringa 1976), sedangkan menurut Sahdan (2010), nori adalah salah satu produk olahan rumput laut alami yang dikeringkan dan merupakan produk olahan dari rumput laut merah (Rhodophyta). Nori adalah sediaan berupa rumput laut yang dikeringkan berbahan baku rumput laut merah jenis Poryrphyra yang dapat ditambahkan bumbu di dalamnya seperti ajitsuke nori. Masyarakat Jepang telah mengkonsumsi nori sejak abad ke-8. Konsumen nori tertinggi adalah negara Jepang yaitu sebesar 75 % dari total produksi rumput laut.
.Ukuran standar satu lembar nori di Jepang berbeda-beda tergantung pada kegunaannya, yaitu 12x10 cm2 (DKP 2006), 20x18 cm2 (Korringa 1976) dan 21x19 cm2. Warna tidak dapat dijadikan pegangan kualitas, namun lembaran nori berkualitas tinggi umumnya berwarna hitam kehijauan, sedangkan nori berkualitas lebih rendah berwarna hijau hingga hijau muda. Satu lembar nori kering memiliki berat 2,5 sampai 3 g (Korringa 1976)
            Nori digunakan sebagai pembungkus sushi (makisuzhi) dan bola-bola nasi (onigiri) serta makanan khas Jepang lainnya. Selain dapat dikonsumsi langsung sebagai makanan ringan (snack), nori juga digunakan sebagai hiasan dan penyedap berbagai macam masakan Jepang, misalnya pemberi rasa pada pengolahan mie dan sup (Yamamoto 1990), serta lauk sewaktu makan nasi dan biasanya ditambahkan ke dalam makanan ringan dan renyah seperti senbei. Senbei adalah makanan ringan yang renyah atau disebut juga crackers berbentuk bulat dan pipih.
  

2.2 Metode
2.2.1. Waktu dan Tempat
Pengujian organoleptik dilaksanakan pada tanggal 23 April 2016, di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universias Diponegoro, Semarang
2.2.2. Cara Kerja
Metode pengolahan nori Spirogyra sp dalam penelitian initerdapat beberapa tahapan yang dilakukan, yaitu pemanenan Spirogyra sp, pencucian menggunakan air bersih, pemasakan, dan pengeringan. Alat yang dibutuhkan dalam pembuatan nori Spirogyra sp adalah baskom, pisau, pengaduk, kompor, gas, panci, dan cetakan nori ukuran 10 cm x 20 cm. Bahan yang digunakan adalah Spirogyra sp dan bahan pendukung lainnya seperti garam untuk menambah cita rasa nori.


2.3 Pembahasan 
Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan nori adalah Spirogyra sp. Spirogyra sp merupakan salah satu kelompok algae hijau yang memiliki morfologi seperti benang.Pembuatan nori diawali dengan pencucian Spirogyra sp, dalam penelitian ini didapatkan dari sungai di daerah Penggaron, Semarang. Sungai tersebut masih jernih sehingga banyak ditemukan spirogyra. Adapun cara identifikasi spirogyra yaitu dengan mengenali ciri ciri morfologi serta habitatnya. Setelah mendapatkan Spirogyra tahapan selanjutnya yaitu pencucian, pncucian ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang ikut masuk pada saat proses pengambilan Spirogyra sp, walaupun habitat dari Spirogyra sp ini berada di tempat yang bersih atau hidup di perairan yang bersih namun diperlukan proses pencucian dengan air bersih yang mengalir. Cara pencucian yang dilakukan ialah dengan pengudaran atau penguraian Spirogyra sp yang menggerombol. Tahap selanjutnya adalah pemasakan, pemasakan atau perebusan Spirogyra sp ini bertujuan untuk menghilangkan bakteri-bakteri air pada umumnya yang dapat mati dalam suhu 100%,, dalam proses perebusan ini terjadi perubahan warna pada Spirogyra sp, yakni setelah proses perebusan selama kurang lebih lima menit, warna Spirogyra sp lebih hijau, memiliki bau seperti sayuran yang baru dimasak, dan memiliki tekstur yang kenyal. Bau sayuran yang tercium yakni bau menyerupai bayam yang telah direbus. Proses setelah perebusan adalah pencampuran Spirogyra sp dengan bumbu. Bumbu yang ditambahkan pada proses pembuatan nori ini hanya menggunakan garam sebanyak 1,5 sendok teh. Tujuan pemberian garam ini adalah untuk menambah cita rasa pada nori nantinya. Cita rasa yang diharapkan pada sampel pertama ini adalah rasa original, karena hanya menambhakna garam  pada campurannya. Proses selanjutnya ialah pencetakan, proses ini menggunakan cetakan berukuran 10 cm x 20 cm. cetakan tersebut dapat berasal dari cetakan bambu. Adonan nori Spirogyra sp tadi kemudian dituangkan diatas plastik dengan tebal kurang lebih 1 cm dan plastik yang digunakan telah dilubangi kecil-kecil. Hal itu bertujuan agar kadar air yang masih ada dapat mengalir dan membantu proses pengeringan. Proses pengeringan nori ini dilakukan di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung, hal ini bermaksud agar kandungan atau nutrisi yang ada tidak banyak hilang. Jangka waktu proses pengeringan ini berkiasar 3-4 hari. Nori yang sudah kering memiliki tekstur renyah dan mengalami penyusutan ketebalan ukuran. Nori tersebut kemudian dapat kembali diolah untuk dijadikan pendamping sushi maupun onigiri. Nori ini juga dapat dikonsumsi langsung maupun dikonsumsi setelah  melalui proses pemaggangan. Pemanggangan nori yang dapat dilakukan juga tidak terlalu lama hanya berkisar 3-5 menit.
Pengujian sederhana  yang dilakukan dalam pembuatan nori Spirogyra sp ini adalah dengan mengunakan uji organoleptik. Dimana uji ini merupakan salah satu uji sederhana menggunakan indera manusia. Uji ini harus dilaksanakan secara objektif, jujur, dan apa adanya. Penggunaan uji iini juga harus menggunakan beberapa panelis.
Hasil Uji
            Berdasarkan uji organoleptik yang telah dilakukan, dengan mengumpulkan sepuluh panelis sebagai penguji, didapatkan hasil yaitu sebagai berikut:
No
Panelis
Uji Organoleptik pada Nori Spirogyra sp Kering
Rasa
Aroma
Warna
Tekstur
1
Panelis 1
Sangat Asin
Kurang Gurih
Hijau
Renyah
2
Panelis 2
Asin
Amis
Hijau
Renyah
3
Panelis 3
Hambar
Kurang Gurih
Hijau Tua
Agak Renyah
4
Panelis 4
Hambar
Gurih
Hijau Kehitaman
Renyah
5
Panelis 5
Asin
Gurih
Hijau
Renyah
6
Panelis 6
Kurang asin
Gurih
Hijau Tua
Agak Renyah
7
Panelis 7
Asin
Kurang Gurih
Hijau Tua
Renyah
8
Panelis 8
Asin
Amis
Hijau
Renyah
9
Panelis 9
Sangat Asin
Amis
Hijau
Renyah
10
Panelis 10
Asin
Kurang Gurih
Hijau Tua
Agak Renyah

 
            Berdasarkan uji organoleptik yang telah dilakukan bahwa nori Spirogyra sp yang telah dibuat dari segi tekstur memiliki tekstur yang renyah. Warna yang muncul pada nori setelah melalui proses pengeringan tetap hijau namun warnanya tidak sepekat pada saat setelah perebusan. Nori ini dari segi rasa memiliki rasa yang cukup asin karena faktor penambahan dari garam. Ketebalan mula-mula kurang lebih 1 cm mengalami penyusutan ketebalan menjadi 0,3-0,5 cm.
  
                Hasil gambar di atas menunjukkan bahwa warna dan tekstur keduanya hampir sama, Nori Spirogyra lebih tebal, dan lebih dominan dengan warna hijau tua, dengan hasil tersebut nori spirogyra juga memiliki daya tarik yang tak kalah menariknya dengan nori yang terbuat dari rumput laut.
                Sesuai dengan hasil penelitian tersebut, didapatkan hasil bahwa nori dari spirogyra ini sangat cocok dijadikan bahan dasar nori dengan memiliki kandungan gizi serta tekstur yang memiliki nilai jual yang tinggi.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Pembuatan nori berbahan dasar Spirogyra sp dapat dilakukan dengan cara tradisional. Spirogyra sp yang telah mengalami perebusan memiliki warna hijau yang lebih pekat dan bertekstur kenyal. Berdasarkan hasil uji organoleptik dari beberapa responden didapat bahwa noriyang dihasilkan setelah dilakukan pengeringan memiliki tekstur yang renyah, rasa asin, dan berwarna hijau.Pemanfaatan spirogyra untuk dijadikan nori karena spirogyra mudah didapat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi

        3.2 Saran
Nori dari Spirogyra sp ini juga dapat diolah lebih lanjut seperti dapat digunakan untuk pembuatan susi, onigiri, maupun dilakuka proses pemaggangan sebelum dikonsumsi. Sebaiknya dalam pembuatan nori Spirogyra sp ini dilakukan penambahan bumbu untuk menambah cita rasa dari nori, selain itu juga dapat dilakukan proses pengovenan agar nori cepat kering dan siap diolah. Pengujian lain tentunya akan sangat mendukung dalam pemcapaian produk ini. Oleh sebab itu perlu adanya proses pengujian lebih lanjut tentang pengolahan nori ini selain uji organoleptik yang telah dilakukan.




DAFTAR PUSTAKA
Afriyan, dkk. 2011. Karakteristik Dadih Susu Sapi Hasil Fermentasi Beberapa Starten Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi dari Dadih Asal Kabupaten Kerinci. Agrinac (01)1..
BPOM RI. 2009. Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dan Kimia Dalam Makanan. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.1.52.4011. Jakarta: BPOM.
Kusmayadi A, Sukandar D. 2007, Cara Memilih dan Mengolah Makanan untuk Perbaikan Gizi Masyarakat. Special Programme for Food Security: Asia Indonesia. http://www.deptan.go.id. Diakses Maret 2014.
Korringa P. 1976. Farming Marine organism Low In The Food Chain. Amsterdam, Oxford, New York: Elsevier Scientific Publishing Company.

Rezekiana, Mumun dkk. 2014. Pengaruh Penambahan Karagenan pada Nori Fungsional Lidah Buaya (Aloe barbadensis). Malang. Universitas Brawijaya.
Riyanto dkk. 2014. Nori Imitasi Lembaran dengan Konsep Edibel Film Berbasis Protein Myofibrillar Nila. PHPI, (17) 3.
Sahdan, N. 2010. Analisis Bakteri Coliform Pada Jajanan Anak Sekolah SD Inpres Bontomanai Makassar. [Skripsi]. Makassar: Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar.
Sari DM. 2003. Studi Keamanan Mikrobiologi dan Cemaran Logam Berat (Pb dan Cu) Makanan Jajanan Di Bursa Kue Subuh Pasar Senen, Jakarta Pusat. [Skripsi]. Bogor: Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber daya Keluarga Institut Pertanian Bogor.
Winarno et al. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama
Widyaningsih W, dkk. 2014. Antiangiogenic Effect of Ethanolic Extract of Green Algae (Spirogyra sp.)
Againts Expression COX-2 in T47D Cells. Vol.19(3), p 127-132. Trad.Med.J.



Demikian contoh karya tulis mahasiswa tentang Nori Spirogyra sebagai jajanan sehat antioksidan dan antikanker, semoga tulisan ini bermanfaat :)

i